Sejenak.

{ Thursday, October 24, 2013 }
Biarkan sejenak,
otak ini berhenti berpikir
juga hati ini yang tak selalu sejalan
tubuh ini yang benar-benar butuh tempat bersandar
mulut ini ingin menyampaikan
jemari ini ingin tak kalah hebatnya ingin menyampaikan

Biarkan sejenak,
saya berkata lelah
saya berkata iya
saya berkata cukup
lalu merintih tanpa meronta
kemudian terhanyut dalam lamunan

Biarkan sejenak,
saya bungkam
tak bersorak
tak bersuara

Maaf, saya capek.

0 komentar:

Post a Comment