Like We Used To

{ Wednesday, December 4, 2013 }
Can you promise me if this was right?

Laki-laki itu merenung sendirian di bangku taman sekolah sebelum seseorang menghampirinya. Gadis itu duduk tepat disampingnya. Beberapa menit mereka duduk bersebelahan, tak ada yang memulai percakapan. Bahkan, tak ada sapaan yang biasanya mereka lakukan. Entah apa yang ada dalam pikirannya masing-masing.

“Ada apa?”, tanya laki-laki itu membuka percakapan.

“Tidak. Tidak ada apa-apa. Kau tak suka aku disini?”

Laki-laki itu hanya diam. Lalu menatap lurus ke depan, tanpa menoleh sedetikpun pada orang yang berada didekatnya.

“Tak usah cerita jika kau tak mau.”, ucap gadis itu.

“Kau tahu tidak rasanya melepaskan saat masih butuh genggaman?”, tanya laki-laki itu masih dengan tatapan lurus ke depan.

Dengan rasa penasaran, gadis itu mencari jawaban yang tepat untuk menjawabnya. Ia takut akan resiko-resiko yang terjadi pada tiap kata yang ia keluarkan.

“Ya, aku tahu”, jawabnya sesingkat mungkin.

“Aku membutuhkan genggaman itu lagi. Apa ini tak terdengar egois?”, tanya laki-laki itu sambil menatap pada gadis disampingnya.

“Menurutmu?”

“Aku tahu, aku egois. Ingin menarik kembali apa yang telah aku biarkan pergi. Apa yang telah aku lepaskan.”

“Jadi? Kau berharap apa yang telah kau lepas, kau genggam kembali?”

“Ya, seperti itu.”

“Bahkan setelah kau punya genggaman baru, kau masih saja berharap?”, ucap gadis itu sambil mengatur intonasi suaranya.

Kemudian hening. Hanya suara gerimis yang mulai terdengar. Guyuran air hujan, tetap saja membuat mereka tak beranjak sama sekali dari tempat duduknya.

Does he sing to all your music
While you dance to purple rain?

Dari kejauhan, seorang gadis melihat ke arah mereka. Tatapan marah sepertinya. Lalu tatapan dua gadis itu bertemu. Yang ditatap tahu apa arti tatapan itu.

“Apa tak akan ada genggaman yang sama untuk kedua kalinya? Kau tahu, bagaimana aku membutuhkan itu. Terdengar egois memang. Tapi, aku benar-benar butuh genggaman kuat itu. Kau tahu? Genggaman yang sama tak akan terjadi pada orang yang berbeda. Kekuatanku kutitip padamu, jangan beri siapa-siapa, tolong. Maaf, aku merindukanmu”.

Dengan senyuman, laki-laki itu berjalan menemui gadis yang sedari tadi berdiri di sana. Ia tahu, laki-laki punya jiwa petualang.

Will she love you like I loved you?
Will he tell you every day?
Will he make you feel like you’re invincible
With every word she’ll say?

“Sepertinya, aku juga merindukannya.”, gumam gadis itu.

Can you promise me if this was right
Don’t throw thiss all away
Can you do all these things?
Will you do all these things?
Like we used to

Untuk genggaman yang benar-benar tak pernah merenggang.


0 komentar:

Post a Comment