Kutulis ini ketika aku sudah tak peduli.
“We Nuuung, kemarin kuliatki”
“We Nuuung, kemarin kuliatki”
“Nubacaji statusnya, Nung?”
“Nubacaji pmnya, Nung?”
“Wee smsnya toooh”
“Masa’ na bilang
tooooh”
“Adai Nuung”
“Galaui bedee Nung”
“Nung, sakitkiii”
Masih banyak kalimat-kalimat yang kerap kali mereka
sampaikan padaku.
dan biasanya kujawab dengan;
“A masaaa?”
“Kapan weee?”
“Dimanako liatki?”
“Oh tawwaaa”
“Iyoo?”
"Serius?"
namun itu adalah jawabanku dahulu. sekarang kalimatku sudah
banyak berubah;
“Biarmi tawwaaa”
“Kenapa bilangko ke saya?”
“Apa hubungannya sama saya?”
“Oh iyo, biarmii”
Dulunya i care,
sekarang i don’t care.B-)
Terkadang, banyak kata kenapa yang sebenarnya ingin kuajukan padamu.
Namun kerap kali kuurungkan niatku.
Kau tahu, aku peduli pada semua temanku,
dan kau….temanku.
Jadi, aku peduli padamu. Iya kah?
Ya, aku peduli..
Namun, aku berusaha untuk tidak peduli
Tapi, masih saja ada alasan yang membuat diriku peduli
Dan kucoba lagi untuk tidak peduli
Tapi, aku masih peduli
Lagi-lagi, aku ingin berhenti peduli
Tetap saja aku peduli
Aku tidak boleh peduli
Ya, aku tidak peduli..
Kusimpan saja peduliku,
mungkin saja kau nanti membutuhkan aku,
membutuhkan aku peduli
Baiklah, sebaiknya memang begini
Peduliku untukmu nanti
Kau, akan butuh aku peduli

0 komentar:
Post a Comment