Terjadi rutinitas beberapa hari belakangan ini. Tidak ada harapan seperti ini sebelumnya. Darimana ini berawal? Adakah keputusan untuk berkata ya pada percakapan sebelum awalnya? Saya rasa tidak. Hanya mengikuti keadaan dimana kita ditempatkan hingga pada akhirnya berakhir dimana. Demi apapun, saya menyetujui dan menerima apapun yang terjadi berdasarkan hukum-hukum alam.
Seperti yang pernah saya posting di facebook; "Terjebak dalam pilihan itu, ya harus memilih; ini atau itu, ya atau tidak. Berada ditengah-tengah itu, egois namanya." Untuk rutinitas ini, saya memilih tidak dan dilanjutkan dengan kata berhenti. Tanpa menunggu resiko, saya sudah siap untuk sebuah resiko. Ini hanya rutinitas singkat.
Thankyou buat ratusan conversationnya. Untuk 4menit17detik pertama dan 15menit39 detik berikutnya, makasiiih;)
Teh kotak? see next time!
0 komentar:
Post a Comment