Our Conversation

{ Tuesday, September 10, 2013 }
Jika saya berpikir ini tidak lebih menarik dibanding mengerjakan tugas, postingan ini tidak bakalan ada:)

Dimulai dengan niat saya untuk membuat kegaduhan dipesan handphonenya, tetapi ternyata tidak membuat gaduh, maka saya menggantinya dengan kalimat “nama saya tertera disana”, dan nyatanya jelas. Nama saya terbaca dipesan handphonennya\m/

Dari sekian banyak kata demi kata yang kami rangkai hingga membentuk kalimat. Kami menciptakan 105 percakapan dalam kurun waktu beberapa jam. Tanpa menghilangkan rasa hormat saya kepada yang lebih tua setahun, saya memberitahunya terlebih dahulu sebelum membuat postingan ini;) toh kak?=D. Dari 105 percakapan, kami membahas beberapa hal. Diawali dengan buku, yang membuat penggemar penulis Raditya Dika ini (yang maunya kalo ulang tahun dibelikan novel terbitan paling lamanya Kambing Jantan) harus rela meminjamkan salah satu buku yang katanya menarik buat dibaca. Samurai Pengasih bede judulnya:D

“Pembahasan kita malam ini buku ya’”
“Haha iya. Lebih bermanfaat dibanding bicara soal hati;)”
Pembahasan kami yang kedua, dimulai dari percakapan tersebut.

“Makanya saat ini mencobaka’ untuk maknai itu dan ternyata susah.”
Dan…hanya kami yang tahu makna dari kalimat tersebut. Di’ kak?B-)


By the way, thankyou buat rock conversationnya. Salam perbedaan, kak Badrul!;)

0 komentar:

Post a Comment