Jika saya berpikir ini tidak lebih menarik dibanding
mengerjakan tugas, postingan ini tidak bakalan ada:)
Dimulai dengan niat saya untuk membuat kegaduhan
dipesan handphonenya, tetapi ternyata tidak membuat gaduh, maka saya
menggantinya dengan kalimat “nama saya tertera disana”, dan nyatanya jelas.
Nama saya terbaca dipesan handphonennya\m/
Dari sekian banyak kata demi kata yang kami rangkai
hingga membentuk kalimat. Kami menciptakan 105 percakapan dalam kurun waktu
beberapa jam. Tanpa menghilangkan rasa hormat saya kepada yang lebih tua
setahun, saya memberitahunya terlebih dahulu sebelum membuat postingan ini;)
toh kak?=D. Dari 105 percakapan, kami membahas beberapa hal. Diawali dengan buku,
yang membuat penggemar penulis Raditya Dika ini (yang maunya kalo ulang tahun dibelikan
novel terbitan paling lamanya Kambing Jantan) harus rela meminjamkan salah satu
buku yang katanya menarik buat dibaca. Samurai Pengasih bede judulnya:D
“Pembahasan
kita malam ini buku ya’”
“Haha
iya. Lebih bermanfaat dibanding bicara soal hati;)”
Pembahasan kami yang kedua, dimulai dari percakapan
tersebut.
“Makanya
saat ini mencobaka’ untuk maknai itu dan ternyata susah.”
Dan…hanya kami yang tahu makna dari kalimat
tersebut. Di’ kak?B-)
By the way, thankyou buat rock conversationnya. Salam
perbedaan, kak Badrul!;)
0 komentar:
Post a Comment