Beberapa hal sepertinya kembali muncul, namun tak nyata
adanya. Beberapa hal ini memenuhi satu dari beberapa saraf pada tubuh kita sehingga kita
dibuat berpikir akan tersebut. Sebenarnya, tak masalah jika itu membuat kita berpikir,
lalu ketika mengenang? Apakah ini masalah?
Tiba-tiba saja adegan demi adegan mulai menyeruak mengganggu
pikiran. Cerita demi cerita tereka ulang, jelas. Bahkan sangat jelas. Oh, betapa hidup sulit
ditebak. Kala itu, kukatakan bahwa akan tak akan kuingat-ingat lagi hal itu,
tapi kali ini kulanggar janji itu. Yang kutau, selalu ada keping yang membuat kenangan itu hidup dalam ingatan, sekecil apapun keping itu.
Kali ini, keping-keping itu berusaha untuk bersatu dalam pikirku. Sekuat apapun perlawananku, sepertinya aku akan kalah, dan pada akhirnya akan kubiarkan keping-keping itu menjadi satu bentuk yang sempurna. Biarlah..
Aku hanya ingin menyampaikan beberapa hal yang (semoga saja) tak mengganggumu. Maafku dan terima kasihku. Niatku baik. Tolong dengarkan.
Entah berapa banyak salah yang telah kuperbuat, yang mungkin sempat menyakiti bahkan melukai hatimu, hatinya, atau hati mereka. Semoga saja tak berbekas. Apakah salahku ini tanpa sebab? Jika demikian, maafkan diriku.. maafkan diriku, sekalipun salahku karena suatu sebab. Harus kau tahu, aku tak pernah lupa cara meminta maaf.
Aku hanya ingin menyampaikan beberapa hal yang (semoga saja) tak mengganggumu. Maafku dan terima kasihku. Niatku baik. Tolong dengarkan.
Entah berapa banyak salah yang telah kuperbuat, yang mungkin sempat menyakiti bahkan melukai hatimu, hatinya, atau hati mereka. Semoga saja tak berbekas. Apakah salahku ini tanpa sebab? Jika demikian, maafkan diriku.. maafkan diriku, sekalipun salahku karena suatu sebab. Harus kau tahu, aku tak pernah lupa cara meminta maaf.
Dan…entah berapa banyak kebahagian yang telah kau, dia, atau
mereka berikan padaku. Semoga saja kebahagiaan itu masih ada. Somoga saja tak
ada sebab yang menutupi. Apakah yang kau beri ini disertai ‘karena’? entahlah, aku
tak terlalu memikirkan itu. Yang kau harus tahu, aku tak pernah lupa mengucap
terima kasih.
Tak usah kusebut satu persatu untuk siapa maafku dan untuk
siapa terima kasihku. Tak usah pula kuucap untuk siapa kedua kata tersebut. Kuharap, tak ada yang lupa cara meminta maaf dan mengucap terima kasih, baik aku maupun kau.:)

0 komentar:
Post a Comment