Ika?

{ Tuesday, July 15, 2014 }
Rupanya, kau mengingkari beberapa janji dahulu sebelum kau menepati. Seberapa aku memarahimu karena janji yang kau ingkari, tak sekalipun kau menggubrisnya. Kau hanya tertawa sambil kau bubuhi beberapa alasan. Tapi, itu tak jadi masalah.
Oh ya, kita sudah melanggar janji bersama. Kau telah lewat sehari, sedangkan aku dua hari. Kau tahu itu kan?

Sebelum kutulis ini, aku tak sengaja membaca tulisanmu. Betapa bahagianya diriku karena kini kulit manggis telah ada ekstraknyaXD
Terima kasih, untuk setiap apa yang kau tulis:)

Apakah aku pernah mengajarkanmu cara memahami luka? Apakah aku pernah memberitahumu cara memaknai pedih? Apakah aku pernah membimbingmu cara merasakan kekecewaan? Kau...selalu tahu itu. Dan kau juga tahu, aku lebih memahami itu daripada kau.

Kau..selalu membantuku untuk bangkit, memapahku untuk berjalan kembali, dan memberi semangat ketika aku mulai mampu berjalan--seperti sebelumnya. Bahkan ketika semua sudah seperti biasanya, kau selalu ada sekalipun tak selalu berjalan bersamaku.

Tentang beberapa bulan yang lalu...apakah kau masih ingat? Aku yakin seyakin-yakinnya, kau tak pernah lupa saat itu. Ketika pertahananmu mulai runtuh perlahan hingga kau tak sanggup lagi untuk membangunnya kembali. Bahkan air mata tak sanggup untuk mengembalikan kepingan-kepingan itu. Hei! Jangan cengeng. Aku tak suka kau seperti itu. Bukankah kau kuat? Ayolaah, tunjukkan kekuatanmu itu. Kuharap, tak ada air mata lagi untuk hal itu. Awas saja. Jika kau melanggarnya, akan kutagih kau good day sebanyak yang kuinginkan:p Satu lagi, jangan kau letakkan lagi kekuatanmu pada orang yang awalnya kukira bisa menjadi penguatmu. Rupanya, tak ada yang berubah darinya; ia masih saja tak sejalan dengan apa yang dijanjikannya. Untung saja, sudah kuhapus dari daftar kerinduan:p

Seperti dirimu, aku ingin aku menjadi penawar kelemahanmu. Datang padaku kapanpun kau mau. Tenang saja, aku tak pernah menolak hadirmu. Berbeda dengan dirimu yang menolak hadirnya:p

Selalu ada waktu untuk berkata; "novel apa lagi mau dibeli eh?", "keren we kereeen", "sudah meko baca?", "ayok sama-samaki bacai", "nu ingatji?", "hahaha", "kodoooong", "msdtk:p", "tawwaaaa", "menurutku saya iya toh begini, kau?", "menurutku saya iya anu, toh?", "voucher apa lagi yg murah tp bagus jaringannya?-_-".
Masih banyak hal yang tak dapat terekam oleh tulisan, namun sangat jelas dalam memori.

Salam cantik #4;)

0 komentar:

Post a Comment