Tentang
hati dan tentang kekuatan..
Kau
pernah bilang, kau lebih kuat dari yang kau inginkan. Saat itu, sangat jelas.
Kau benar-benar kuat, nampaknya tak ada lagi beban di pundakmu. Tak ada lagi
yang membebani hatimu.
Namun,
di tengah-tengah kekuatanmu, ada saja celah yang menyelip masuk mengganggu
benteng pertahananmu. Lagi-lagi kau luruh. Hingga kau mencoba berdiri kembali
dengan bantuan beberapa orang yang rupanya baru kau ketahui bahwa sebagian
kekuatanmu ada pada mereka. Mereka selalu tahu menambah kekuatanmu dengan cara
mengurangi bebanmu. Perlahan-lahan celah itu tertutup kembali. Cahaya pun
muncul memenuhi hatimu.
Hingga
suatu hari, cahaya itu mulai redup. Kau takut jika cahaya itu menjelma menjadi
kegelapan. Haha rupanya, itu hanya sesaat. Kau selalu tahu cara jitu agar
kepingan cahaya itu benar bercahaya. Kau kumpulkan agar utuh kembali. Dan,
selamat. Kau berhasil!
Kemudian
di hari-hari berikutnya, ada-ada saja yang sepertinya akan membuat bentengmu
runtuh. Ia kikis secara perlahan hingga menjadi puing-puing yang hanya mengerti
kelemahan. Pada saat itu, kau hanya tersenyum. Rupanya, ada yang masih
mengharapkan hadirmu dalam dunianya. Saat itu pula kau berkata; “Aku kuat dan
kekuatanku sama sekali tak ada padamu.”

0 komentar:
Post a Comment