Penawar kesakitan; kekuatan

{ Monday, July 21, 2014 }


Tentang hati dan tentang kekuatan..

Kau pernah bilang, kau lebih kuat dari yang kau inginkan. Saat itu, sangat jelas. Kau benar-benar kuat, nampaknya tak ada lagi beban di pundakmu. Tak ada lagi yang membebani hatimu.

Namun, di tengah-tengah kekuatanmu, ada saja celah yang menyelip masuk mengganggu benteng pertahananmu. Lagi-lagi kau luruh. Hingga kau mencoba berdiri kembali dengan bantuan beberapa orang yang rupanya baru kau ketahui bahwa sebagian kekuatanmu ada pada mereka. Mereka selalu tahu menambah kekuatanmu dengan cara mengurangi bebanmu. Perlahan-lahan celah itu tertutup kembali. Cahaya pun muncul memenuhi hatimu.

Hingga suatu hari, cahaya itu mulai redup. Kau takut jika cahaya itu menjelma menjadi kegelapan. Haha rupanya, itu hanya sesaat. Kau selalu tahu cara jitu agar kepingan cahaya itu benar bercahaya. Kau kumpulkan agar utuh kembali. Dan, selamat. Kau berhasil!

Kemudian di hari-hari berikutnya, ada-ada saja yang sepertinya akan membuat bentengmu runtuh. Ia kikis secara perlahan hingga menjadi puing-puing yang hanya mengerti kelemahan. Pada saat itu, kau hanya tersenyum. Rupanya, ada yang masih mengharapkan hadirmu dalam dunianya. Saat itu pula kau berkata; “Aku kuat dan kekuatanku sama sekali tak ada padamu.”

Kau; adalah diriku sendiri.

0 komentar:

Post a Comment