Bersama sebab-sebab yang memaksa
untuk tak lagi disini. Maksudku, hilang.
Betapa
hebatnya kehidupan. Betapa mampunya kehidupan mengajarkan banyak hal pada
siapapun yang hidup bersamanya. Tantangannya sederhana; jika kita mampu
bertahan hidup, pada saat itulah kehidupan memberi kita warna yang berbeda.
Kehidupan selalu menguji seberapa kuatnya kita melewati setiap prosesnya dan
bersyukur pada setiap detiknya.
Pernahkah
kau berpikir bahwa hidup ini terlalu berat tapi nyatanya kau mampu
melewatkannya? Itu artinya, kau baru saja menyelesaikan ujian kehidupan. Bahkan
pada titik terberat pun, kau mampu melewatinya, jika kau punya modal yang kuat.
Ya, butuh kekuatan besar memang.
Seringkali
kehidupan membuat kita belajar pada apa yang datang, tinggal, hingga akhirnya
pergi. Itu sebuah siklus yang begitu rumit, bukan begitu? Bagaimana tidak, baru
sekali kau merasakan apa yang ada, pada kali itu pula kau tak dapat lagi
merasakannya. Rupanya, banyak orang yang menyebutnya kehilangan.
Saya
yakin, kehilangan adalah perasaan yang mungkin akan membuat kau tak nyaman
melakukan apapun. Karena kau akan terbawa pada ingatan-ingatan yang sama sekali
tak kau harapkan. Itu hal wajar. Nah, permasalahannya adalah; seberapa lama kau
ada dalam ingatan-ingatan tersebut.
Menurutmu,
menyakitkankah kehilangan?
Biarkan
saya menjawab iya. Sudahlah, sekali lagi biarkan saya tak membahasnya terlalu
jauh. Tak usah tanya kenapa. Dan tak usah pula menduga-duga:p Harus kau tahu,
saya samasekali tak menyimpulkan bahwa ini adalah apa, siapa, kenapa, maupun
bagaimana. Ini hanya tulisan tentang sesederhananya kau merasa kehilangan.
Asli, ini adalah tema yang
membuat saya berpikir lama untuk melanjutkan apa yang akan saya tulis, ik-___________-v
Mari
dilanjutkan.
Saya
berani berkata bahwa kehilangan membuat kita benar-benar belajar mengikhlaskan.
Belajar menerima hukum alam bahwa tak ada yang kekal di dunia ini. Jika setuju,
ikhlaskan apa dan siapa yang membuat kau merasa kehilangan;)
Sebenarnya,
ketika manusia memutuskan suatu hal, berarti sudah menjadi kewajibanlah untuk
menerima resiko. Apapun itu. Begitu pula ketika manusia menciptakan suatu zona,
sudah sewajarnya ia siap kehilangan zona itu.
Untuk
tiap zona yang pernah ada, luar biasa.
1 komentar:
Saya menemukan beberapa rangka yang sama pada tulisan kita di tema kali ini nung! *excited sekalika ini* haha but, kereeeeeeen!! what a beautiful goodbye-story :p
Post a Comment